Setitik Air Mata Untuk Kinan

Posted on 13 February, 2011

5



Kid, hari jumat, ayah subuh2 udah terbang ke jakarta. Ampir ketinggalan pesawat karena telat bangun. Cape lembuuur…T.T ngebut 20 menit ke bandara, dan jadi orang terakhir yang cek in.

Jam setengah 11 sampe di Bandara Soekarno Hatta. Langsung booking primajasa jam 11. Sebenernya pengen pake cipaganti biar gampang jemputnya. Tp ditolak karena bawa sepeda… hiks.

Sampe bandung lsg sms bunda mu. Minta kepastian acara foto bersama hari minggu pagi atau saptu sore. Kemudian ayah disuruh telpon.

Saptu siang ayah telpon bunda. bunda bilang belum setuju ayah sekeluarga ketemu kinan. Karena kinan belum kenal. Untuk ketemu kinan, yang diizinkan hanya ayah, tidak boleh dengan siapapun, termasuk kakek, nenek, tante Dinna ataupun Daffa. Itupun harus dengan pemberitahuan sbelumnya.

Nenek uang udah kangen banget sm kinan ingin sekali ikut ayah ketemu kinan. Jadi Ayah sampaikan via sms. Namun ini balasan bunda :

Mohon pengertian dan kesabaranya untuk memperhatikan perasaan kinan. Terima kasih banyak atas pengertianya..

Ayah agak bingung. Benarkah kinan ga mau ketemu nenek? Atau bunda yang ga mau ketemu?

Akhirnya Ayah membatalkan rencana untuk datang ke rumah gading dan ketemu kinan. Maaaa aaaaffff yaaaa. I miss U sooooo muuuccchh..

Karena :
1. Ayah masih ragu dan khawatir untuk datang sendiri ke rumah Gading. Kedatangan terakhir 2tahun yang lalu tidak berakhir baik.
2. Ayah sangat menghormati dan menghargai perasaan nenekmu. Ayah ingin nanti kita ketemu sm2 nenek.

Dengan berat hati kukirim sms ke bunda.
Maaf kita tidak jadi bertemu hari ini. Ayah yakin Allah punya rencana indah untuk kita nanti.

Dan setitik airmata jatuh di hari minggu yang mendung…

Tagged:
Posted in: Uncategorized