Donor Darah?? Tidaaakkk..!!!

Posted on 24 October, 2011

2



Kid, salah satu (lagi) hal yang kutakuti adalah : DARAH!

Liat  kambing disembelih saat kurban aja bisa bikin lutut lemes dan mata kunang-kunang.. Eh, jangankan kambing, liat ayam disembelih pun efeknya sama. Alhasil, sering kerepotan saat disuruh liat proses kurban – kurban atas namamu lhooo – setiap tahun. Apalagi mendokumentasikannya. Ampuuunn..

Ga beda dengan darah manusia. Jangan kan darah yang mengucur / tersembur dari luka. Liat darah mengalir saat proses donor darah pun udah bikin bergidik. 14 tahun yang lalu, di tahun 2007, aku diajak donor darah ke PMI Bandung di Jl. Aceh oleh 2 sahabat kuliahku : Eka & Siska. Sebenarnya sih ga mau, tapi karena diledekin dan dipanas-panasin, jadilah mau. Proses pendaftaran, cek darah, tinggi, dan berat badan dilalui dengan penuh rasa waswas dan gentar. Lebih mendebarkan daripada pertama kali naek halilintar (roller coaster di Dufan itu lhoo). Saat petugas mengeluarkan jarum suntik yang lobangnya guede banget, aku udah mau kabur. Tapi ditahan. hahahaha… Pasrah deh. Sepuluh menit berikutnya adalah saat-saat paling ga enak. Yang lumayan menyenangkan adalah saat setelah donor darah selesai : dikasi telur rebus, susu, bubur kacang ijo dan pil penambah darah. Makan euuy.. (maklum mahasiswa pas-pasan). Dan efek lainnya : selama 6 jam kemudian aku ga mau meluruskan tanganku yang diperban : takut darahnya muncrat. Wkwkwkwk…

Saat itu aku berjanji : ini donor darah pertama dan terakhir!! Kartu anggota donor darah pun kulemparkan ke pojok terdalam lemariku. Kapook!!!

padahal, paling tidak ada 5 manfaat donor darah lhoo..

  1. Menjaga kesehatan jantung
  2. Meningkatkan produksi sel darah merah
  3. Membantu penurunan berat tubuh
  4. Mendapatkan kesehatan psikologis
  5. Mendeteksi penyakit serius

artikel lengkap mengenai manfaat donor darah bisa dibaca disini.

Hari minggu sore, 23 Oktober 2011

Tiba2 dapet permintaan sumbangan darah golongan B dari teman. Wadooh. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya ku iya kan saja. Siapa lagi yang bisa bantu saat butuh bantuan di perantauan kalo bukan teman sendiri?

Setelah sholat, aku berangkat hujan-hujanan dianter Niniek, temen sekost yang tau lokasi rumah sakit, dan juga tau siapa yang butuh (saya kan orang baru disiniiii…). Sampe di Rumah Sakit Umum, rame2 ke PMI. Dan proses pun dimulai lagi : registrasi, cek tekanan darah, cek golongan darah, Hb. Sempat berharap ga lulus tes karena sehari sebelumnya gowes 86 kilo, dan seharian belon makan nasi. Namun nasib berkata lain😦

Bismillah, setelah membersihkan nadi di balik siku kananku, petugas menusukkan jarum segede gabannya. Aku ga berani liat. Ada sensasi seakan-akan ada yang disedot keluar dari tubuh. Kucoba rilex, mengatur pernafasan, dan mengalihkan perhatian dengan chatting. Beberapa menit berlalu, udah gatau mau ngapain. Perasaan disedot tambah kuat. Dan tangan satunya terpaksa megangin selang karena selotip yang dipasang longgar. Takut lepas n darahnya muncraatttt. Kulirik pendonor disebelahku yang sudah lebih dulu mulai. Waduh, diitung-itung dia udah 10 menit dan belum kelar. Sedangkan gw 5 menit aja belon. Mati.. mati.. mati… Kapan selesainya iniii… T.T TIba0tiba petugas mendatangiku, dan memasang capit di selang. “lhoo.. udah selesai mbak?”

“Iya, pembuluh darah mas besar, jadi cepet.” Alhamdulillah. Dengan hati gembira aku berpamitan ke tetangga sebelah yang kantong darahnya masih belum penuh..Sori yaa gw susul ^_^. Setelah minum 2 gelas kopi susu dan menerima bingkisan berupa segelas pop mie dan pil penambah darah (plis deh.. cuman iniii??) aku keluar dengan perasaan legaaaaa…

Ternyata aku bisa donor darah!!! Dan efek positifnya, temen kos berbaik hati beliin makanan dan minuman karena khawatir dengan tampangku yang pucet (padahal mah pucetnya karena takut.. hihihii…)

Jadi, kalo diminta donor darah lagi, akan kubilang, “Ayo, siapa takuut!!!”

Mataram, 24 Oktober 2011

Catatan : bagi teman-teman yang ingin tau lebih banyak tentang syarat-syarat pendonor darah, siapa-siapa yang tidak boleh mendonorkan darah, dan mitos-fakta mengenai donor darah bisa liat ke sini.

Posted in: catatanku