Bandara Selaparang-Mataram : Airport Tax Termurah Se Indonesia !!

Posted on 10 January, 2012

0



Kid, tugasku sebagai pegawai cacing cau di sebuah perusahaan BUMN di Indonesia telah membuatku tinggal di empat kota dalam enam tahun ini. Banyak ngalamin hal-hal unik dan lucu. yang biasa orang sebut cultural shock.😀

Di Mataram juga gitu. Seperti sudah banyak diberitakan, mulai bulan Oktober 2011, bandara Selaparang Mataram resmi dinonaktifkan, seiring dengan mulai beroperasinya Bandara Internasional Lombok (BIL) yang berada di Praya, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), 40km sebelah timur Kota Mataram. Secara geografis, letak bandara baru (BIL) ini lebih strategis karena praktis berada di tengah-tengah Pulau Lombok. Tapi bagi saya, dan ribuan pekerja pendatang lainnya (halah lebay) yang bertugas dan tinggal di kota Mataram , pindahnya bandara ini bikin keki. Kalo dulu hanya butuh waktu 10 menit untuk mencapai bandara, sekarang setidaknya butuh waktu 40menit – 1 jam.

Implikasinya jelas :
Saat hari Jum’at, kami yang ingin weekend di jawa terpaksa harus berpamitan jam 3 sore untuk mengejar penerbangan ke Surabaya / Jakarta pada pukul 17.30
Saat hari Senin, para penggiat PJKA ini (Pergi Jumat Kembali Ah-senin aja) paling cepat tiba kembali di kantor pada pukul 09.00, atau malah pukul 11.00. Lebih lama 2 jam dibandingkan dengan saat Bandara masih ada di kota Mataram.

Eits.. kok malah jadi bahas itu. Kembali ke bahasan semula yaa..
Dua bulan lalu, saat sepedaan pagi, secara tidak sengaja saya menemukan jalan masuk ke RunWay Bandara Selaparang yang saat itu sudah tidak terpakai lagi. Wow! excited banget deh. Bisa sepedahan di sepanjang landasan bandara yang luaaass, muluuusss, dan dengan pemandangan yang menyegarkan mata.

Akhirnya ini jadi rute favorit saya kalo hanya punya waktu sedikit untuk sepedaan. Beberapa kali saya pun mengajak teman-teman kantor untuk sepedaan di runway bandara ini.

Semakin lama, runway semakin ramai dikunjungi masyarakat kota Mataram, apalagi di sore hari. Ada yang main bola, main layangan, motoran, sepedaan, foto-foto, nongkrong, sampe jualan. yaa.. banyak penduduk sekitar yang memanfaatkan ramainya pengunjung dengan menjual beraneka macam makanan. hehehe.. Bahkan kalo malam, kabarnya banyak yang memanfaatkan gelapnya bandara untuk pacaran. hadeuuh…

Ternyata, ramainya pengunjung yang berdatangan ke bandara selaparang ini dianggap sebagai suatu peluang lagi bagi warga sekitar, saat tadi pagi saya bersepeda ke sana, dari ujung ke ujung batas landasan telah dipagari, dan hanya disisakan 1 pintu kecil dengan tulisan diatasnya ” masuk Rp 1000″.

Waduh, masuk ke Runway harus bayaar? Keren juga neh.. Biasanya masuk bandara harus bayar airport tax paling murah Rp. 11.000 ya kalo ga salah (di Gorontalo / Luwuk si gitu)
ckckck.. Hebat ya orang Indonesia ini. Di lahan punya orang lain aja mereka berani mengambil keuntungan secara tidak sah. Apalagi di lahan sendiri. Ini menambah ke-keki-an saya akan kota mataram : Parkir dimanapun pasti ditarik bayaran oleh tukang parkir ga jelas. Nanti deh saya ceritakan di lain kesempatan.

Balik lagi ke Runway Bandara Selaparang. Untungnya, saya tahu beberapa jalan lain yang tidak dipungut bayaran. Jadi saya masih bisa menikmati asiknya gowes sore-sore disitu, sambil memandang indahnya matahari tenggelam. GRATIS!!

-Just Another Day In Paradise

Posted in: gowes, traveling