Kornet : my 4th WimCycle Bike (a 4x-Four-cross Bike)

Posted on 10 April, 2012

9



Kid, ampun deh, aku keracunan lagi!

Gara-gara nyobain dartmoor Hornet punya temen, jadi tergoda untuk merakit sepeda FR/ 4x hardtail. Berhubung harga frame hornet mahal, jadinya aku cari frame yang mirip-mirip, harga harus lebih murah. Pokoknya akan kupasangkan part-part murah tapi ga murahan. Bisa ditebak, jatuhnya ke merk WimCycle lagi!! Jadilah ini WimCycle ke-4 yang kupake. xixixixi… bener-bener nih wim cycle harusnya ngasih penghargaan.

Ehm… sebenernya apaan sih 4x ini? Kata oom wiki, 4x (four-cross, bukan fourcross) itu :

Four-cross (4X), also called Mountain-cross, not to be confused with Fourcross, is a relatively new style of mountain bike racing where four bikers race downhill on a prepared, BMX like, track, simply trying to get down first. These bikes are generally either full suspension with 3 to 4 inches of travel, or hardtails, and typically have relatively strong frames. They run a chainguide on front and gears on the back. They have slack head angles, short chainstays and low bottom brackets for good cornering and acceleration. In recent years the tracks raced on have been rougher and less like those used in BMX, this has been met with mixed reaction from riders although is generally believed the move away from BMX will benefit the sport.The current World champion is Tomas Slavik.

Ngerti? Kalo masih ga ngerti, copas sono ke google translate!!!

Ga pake lama, setelah semua part lengkap, langsung kubawa ke Dedi Bike. Ga pake lama juga, beberapa jam kemudian sang sepeda yang kuberi nama kornet (pelesetan dari hornet) jadi.

Image
Langsung dicoba! Impresi pertama, kayak naek si Mosso neh. Posisi agak nunduk kayak XC, tapi mungkin karena chainstay pendek, head angle yang slack, dan penggunaan HB rise lebar bikin posisi duduk bukan hanya enak buat ngebut, tapi juga enak buat diajak loncat2an. Langsung kucoba keliling Bandung menembus kemacetan. Enak nih belok-belok diantara mobil terasa ringan dan lincah. Posisi duduk yang agak nunduk bikin pengen gaspol. Asiiikkk… Penggunaan single chainring 32T pas lah buat di perkotaan. Tinggal shifting RD aja buat nemuin ritme gowes yang pas.
Hari berikutnya, kucoba di single trek Palasari-2. Berhubung waktu mepet. Jam 9 aku meluncur sendirian. Kondisi trek kering. Enak banget nih. Terus turun.. semua obstacle bisa dilalui dengan mulus. Ga sampe setengah jam udah sampe di trek makadam. Gas teruuss… Di makadam juga enak nih. Ban belakang ga terlalu liar. Apa karena pake small block eight ya?
Sampe di ujung trek makadam istirahat bentar nungguin temen2, tapi karena ga kunjung datang, akhirnya kulanjutkan gowes ke trek kebon. Lagi-lagi gaspol! Banyak jalur monorailnya, tapi si kornet enak dikendalikan, beberapa kali maksa pindah jalur juga dia nurut aja. Sampe d akhir single trek, tinggal turunan aspal.. Loncat-loncatin poldur juga enak.
Kesimpulan : Enak di turunan.single trek. Kalo dibanding dengan sepeda-sepeda yang lain urutan dari paling enak ke ga enak kira2 : Mosso – kornet – thrillDJ – AdreAM – AdreXC – Nucleus – Avalanche
Kali berikutnya kucoba gowes ke trek singkat Warcitam alias warban-ciburial-tamiya. Ampun deh di tanjakan putus asa warban aku hampir putus asa. Lhaaa.. gimana engga. Depan single chainring 32T, belakang paling ringan 34T. Serasa pertama kali gowes ke warban neh. Untung fork Tora nya bisa di adjust ke 85mm. Lumayan bikin ban ga ngangkat. Tapi alhamdulillah warban terselesaikan tanpa TTB.
Lanjut ke single trek ciburial… wah asik pisan euuyy… gaspooolll!!!! apalagi di Tamiya nya. Partner gowesku sampe ketinggalan lumayan jauh. hihihihi.. Di turunan serasa naek si mosso euy.
Image
Kesimpulan : Di tanjakan juga enak. Urutan dari paling enak : Mosso – AdreAM- Kornet – Nucleus – AdreXC – ThrillDJ – Avalanche
Perbandingan dengan Mosso FR
Image
Gowes panjang dari Pasirlayung – Dago – Simpang – Cihampelas – Cipaganti – Setiabudi – Lembang – Maribaya – Tahura – Pahlawan – Pasirlayung (total 48km)
Image
Geometri si Kornet :
Image
Kesimpulan akhir : Kalo bujet terbatas dan pengen punya sepeda AllRound, si kornet cocok banget. Tinggal kasi Fork 130/140 aja. Enak dibawa kemana aja deh.
Bike Setup :
Frame Thrill 4x 14″”
Fork RockShox Tora U-Turn 85-130
Rim Folker XC133
Ban Kenda Small Block Eight 2.10 (R) 2.35 (F)
Crank XCR 32T
Stem Zoom Short OS
HB Rise 750mm
Hub FreeHub Poly Siren
Shifter sprocket chain alivio 9sp
RD Deore Shadow
Seatpost nuke head
Sadel WTB Pure V
brakset bengal helix
sebagian besar seken
Posted in: gowes