Perjalanan Mengunjungi Kantor Pelayanan Lumbilumbia (Sulawesi)

Posted on 21 January, 2013

2



Aku berdiri di buritan speed boat polisi sambil menatap Lumbi-lumbia yang semakin mengecil dan akhirnya tertelan cakrawala. Ya, dua hari kemarin, aku dan beberapa rekan kantor menghabiskan waktu di Lumbi-lumbia. Meninjau kantor PLN disana, dan meninjau lokasi yang akan dibangun PLTM.

Lumbi-lumbia? Makanan apa itu? ehm.. Baiklah, aku mengerti. Pasti lebih dari 90% kalian ga tau dimana Luwuk. Apalagi Lumbi-lumbia. Bener kan?

Lokasi Sub Ranting Lumbi-Lumbia

Lokasi Sub Ranting Lumbi-Lumbia

Nah, sesuai peta Sulawesi di atas, Luwuk, berada di ujung timur provinsi Sulawesi Tengah.
Tiga cara umum mencapai Luwuk :
1. Dari Makassar. Kalo naik pesawat 1,5jam. Kalo naik darat kira2 1000 kilo, 48 jam. via pare-pare, mangkutana, tentena, poso, ampana. (been there, done that!)
2. Dari Manado Kalo naik pesawat 1 jam. Atau 400 kilo jalan darat ke Gorontalo dilanjut Ferry 1 malam ke Pagimana, dan dilanjut 70 kilo jalan darat lagi ke Luwuk. Total 24 jam lah.
3. Dari Palu, Kalo naik pesawat, 1 jaman. Atau jalan darat via Poso sekitar 500an kilo. 16 jam lah.

Oke.. sudah kebayang gimana terpencilnya Luwuk?
Ingat, yang kuceritakan baru Luwuk, belum menyinggung Lumbi-lumbia nya.

Kalo liat gambar di atas, Lumbi-lumbia adalah sebuah desa yang berada di ujung barat pulau Peling. Sebuah pulau yang lumayan besar yang berada tepat dihadapan Kota Luwuk.

Lumbi-lumbia bisa dicapai dengan kapal kayu yang berangkat tidak setiap hari dari pelabuhan Luwuk. Lama perjalanan sekitar 4 jam. Hmm.. lumayan kan?

Di Lumbi-lumbia itu ada Sub Ranting PLN. Pelanggannya sedikit. Waktu itu cuman 1200 rumah saja. Pembangkitnya juga kecil. Cuman dilayani 2 mesin diesel (PLTD Kecil) saja. Jam nyala nya juga hanya 6 jam. Dari jam 6 sore sampai jam 12 malam. Kalau bulan Ramadhan, jam nyala ditambah 2 jam pada waktu sahur agar warga ga gelap2an saat menjalankan ibadah.

Kantor Pelayanan Lumbilumbia

Kantor Pelayanan Lumbilumbia

pltd lumbi2a

Oke lanjut ya.

Saya dan teman-teman PLN Cabang Luwuk memang sudah lama ingin mengunjungi Lumbi-lumbia. Faisal, Kepala Sub Ranting (sekarang disebutnya Supervisor Kantor Pelayanan) Lumbi-lumbia berkali-kali mengajak kami untuk mengunjungi tempat kerjanya.

Jadi, 25 Agustus 2008, kami berangkat ke Lumbi-lumbia dengan menggunakan kapal kayu dari Pelabuhan Luwuk ke Lumbi-lumbia.

aku, pak Karim (alm), Pak Ali, Heriyanto

aku, pak Karim (alm), Pak Ali, Heriyanto

25 Agustus 2008

Kapal kayu dengan lebar sekitar 4 meter dan panjang 20 meter ini akan membawa kami ke tujuan dengan perkiraan waktu sekitar 4 jam.

Kapal Kayu Ke Lumbilumbia

Kapal Kayu Ke Lumbilumbia

Alhamdulillah cuaca di Luwuk cerah. Karena menempuh selat antara Luwuk dan Pulau Peling saat cuaca buruk itu… menyeramkan!

Langit sudah gelap saat kapal kami merapat ke pelabuhan Lumbi-lumbia. Faisal sudah menunggu kami disitu. Perjalanan ke Kantor Pelayanan dilanjutkan dengan jalan kaki menyusuri perkampungan. Jalan desa hanya tampak samar, diterangi lampu-lampu temaram dari rumah-rumah sepanjang jalan. Ya, disini belum ada lampu jalan. Karena energi listrik diutamakan untuk menerangi rumah-rumah yang ada.

Tidak sampai 10 menit kami sudah sampai ke Kantor. Kami agak surprise melihat kantor yang tampak terang benderang, dengan meja-meja penuh makanan di depannya. Tampak beberapa orang masih sibuk mengatur meja dan kursi. Waduh, penyambutan besar-besaran ini.

Setelah istirahat dan ngobrol-ngobrol dengan pemuka desa yang ternyata ikut hadir, kami pun makan malam. Wuah bener-bener pesta ini mah. Ikan kerapu, kakap, baronang, cakalang, cumi, udang, kepiting berlimpah ruah. Berkali-kali saya harus mengingatkan teman-teman agar tidak kalap. Soalnya Pak Ali dan Pak Karim (alm) punya kolesterol dan asam urat. Ga lucu kan kalo pulangnya harus digotong karena ga bisa jalan.

Selesai makan, acara dilanjut dengan nyanyi-nyanyi dan Modero. Tau modero? itu lho.. tari-tarian khas anak muda di luwuk. Jadi laki-laki dan perempuan selang seling bergandengan tangan melingkar, nari serempak mengikuti irama lagu yang rancak. Entah karena pengaruh magis atau apa, tapi yang nari modero ini bisa kuat semaleman lhoo.

ini tari modero yang ada di youtube.

Saya sih cuman ikut beberapa menit, terus nonton aja sambil ngobrol-ngobrol sama Faisal. Terus terang, saya agak penasaran dengan sambutan yang meriah kayak gini. Bukan karena modero nya yang unik, bukan pula seafood nya yang berlimpah dan uenak banget. Tapi karena penasaran : Dana nya darimana?

Sebagai Kantor Pelayanan cuilik dengan biaya operasional pas-pasan, dan pendapatan dari penjualan listrik yang cuman beberapa juta rupiah saja perbulan, darimana dia bisa menyelenggarakan pesta kayak gini?

Ternyata, untuk menyediakan makan, kursi, tenda, musik, dan lain-lain ini, pihak Kantor Pelayanan Lumbi-lumbia hampir tidak perlu mengeluarkan biaya. Karena disediakan oleh masyarakat sekitar,dan perangkat desa yang ada. Luar biasa! Ya, masyarakat sekitar yang sangat berterima kasih akan adanya PLN yang telah menerangi Lumbi-lumbia, dengan suka rela menyisihkan sebagian tangkapan mereka untuk menyambut kami.

Malam semakin larut, akhirnya aku pamit untuk tidur, walaupun teman-teman masih asik bergoyang Modero bersama penduduk Lumbi-lumbia di halaman kantor.
Ah, saat itu baru aku sadar, kalau ternyata perusahaan tempatku bekerja ini telah banyak mendukung kemajuan desa-desa terpencil di pelosok Indonesia ini.

Pagi harinya, kami meluncur ke sebuah danau yang berada di perbukitan diatas Lumbi-lumbia. Rencananya, air dari danau ini akan dimanfaatkan untuk membangkitkan listrik. Menurut perhitungan kami, daya yang bisa dihasilkan akan sangat mencukupi kebutuhan listrik Lumbi-lumbia, bahkan kebutuhan listrik seluruh Pulau Peling.

Perjalanan Menuju Danau, di latarnya itu Lumbilumbia

Perjalanan Menuju Danau, di latarnya itu Lumbilumbia

Sampai di danau, survey lokasi

LUMBI2A (95)

dan survey kondisi air dan kedalaman danaunya xixixixi…

LUMBI2A (119)

Puas survey, kami segera kembali ke pelabuhan Lumbilumbia, karena kapal kami akan segera berangkat kembali ke Luwuk. Tiba di pelabuhan, kami dapat surprise lagi. Karena ternyata kami disediakan speed boat milik Polisi Lumbilumbia. Kereeenn!!

LUMBI2A (244)

Meninggalkan Lumbilumbia

Meninggalkan Lumbilumbia

Jadinya waktu tempuh Lumbilumbia – Luwuk yang 4 jam dikorting jadi 1 jam saja!

Alhamdulillah, pas adzan maghrib, kami pun tiba di Luwuk dengan selamat. Terimakasih pak Faisal, terima kasih masyarakat Lumbilumbia, doakan agar kami bisa terus melayani dan meningkatkan pelayanan kami yaa.. ^_^

@akangichan -cerita lama hampir 5 tahun yang lalu ^_^

Posted in: adventure, PLN