Malaysia Trip : Serunya Batu Cave saat Thaipusam

Posted on 15 April, 2013

4



Kamis, 24 Januari 2013

Setelah beli tiket bus Go Genting di terminal Puduraya early in the morning, Kami berempat, (Ya.. cuman berempat, soalnya Niniek masih ngorok di hostel.. hihihi) naik Rapid KL ke KL Central.  Tujuan kami pagi-pagi sekali ini adalah Batu Cave. Sebuah objek wisata di daerah utara KL. Naik di Pudu-turun di Mesjid Jamek-Ganti LRT Kelana Jaya sampe KL Central. Enak pagi-pagi masih adem neh. Prasaan beberapa taun lalu naik MRT ini masih pake kartu magnetik, tapi sekarang pake koin plastik.

Beli Tiket MRT

Koin Rapid KL

Dari KL Sentral turun ke Platform 3.

Ke Platform 3

naik KTM Komuter ke Batu Cave. Ini platform paling ujung. Kalo diliat-liat sih lumayan jauh, 8 pemberhentian sampe ke Platform Batu Cave di paling ujung. Anehnya cuman ditarik bayaran 1 ringgit sahaja pakcik!! Murahnyaaa.

Tiket KL Central ke Batu Cave

Posisi paling depan euy

Isa yang iseng ngambil Koran gratisan di KL Central dapet info kalo dalam 2-3 hari ke depan, Batu Cave bakal rame banget oleh warga Hindu Malaysia yang mau ngerayain Festival Thaipusam. What a luck! Sayangnya, puncak Thaipusam nya adalah tanggal 27 Januari. Ga mungkin kami bisa balik ke Batu Cave karena pagi2 tanggal 27 Januari pesawat kami akan meluncur ke Lombok.  Sudahlah. Dinikmati saja.

Di kereta pun lumayan banyak warga Malaysia berpenampilan India yang tampaknya akan ke Batu Cave merayakan Thaipusam.

Sedikit tentang Thaipusam, dapet dari sini.

Hari Membayar Nadzar 

Hari Thaipusam adalah hari membayar nazar kaum Hindu kepada Dewa Murugan karena apa yang dihajatkan selama ini di kabulkan oleh Dewa Murugan. Dengan artian tidak semua penganut Hindu melakukan nadzar, hanya yang di kabulkan saja hajatnya oleh Dewa Murugan.
Ada bermacam cara para penganut Hindu dalam membayar Nadzarnya kepada Dewa Murugan di antaranya adalah :

  1. Membawa Belanga dari tanah liat atau aluminium yang di isi susu putih untuk di persembahkan kepada Dewa Murugan. Belanga yang berisi susu tersebut akan di junjung di atas kepala dan berjalan kaki ke dalam kuil yang terkadang bisa mencapai puluhan kilometer.
  1. Mencukur habis rambut di kepala (gundul/botak) dan di warnakan dengan warna oren. Tua muda atau laki-laki maupun perempuan banyak yang melakukan cara ini dalam membayar nadzar kepada Dewa Murugan.

Hari Menebus Dosa

Hari Thaipusam juga bermaksud hari menebus dosa dan juga memohon ampun atas segala dosa yang telah dilakukan selama ini. Banyak cara yang dilakukan umat Hindu untuk menebus dosanya terhadap Dewa Murugan di antaranya adalah :

  1. Membawa Kavadi yang di junjung di atas kepala atau di pikul di atas Bahu. Kavadi adalah batang besi atau kayu yang di modifikasi dengan berbagai bentuk dan di letakkan Dewa Murugan atau Ganesha di atasnya. Kavadi tersebut di hiasi dengan bulu burung merak dan di hiasi dengan aneka bunga-bungaan dan aneka dedaun lainnya. Pembawa Kavadi terdiri dari pria, wanita, tua dan muda tapi bebannya di sesuaikan dengan kemampuannya.

  1. Mencucuk pipi atau lidah dengan dari kiri ke kanan dengan panah besi. Ukurannya juga tergantung kemampuannya.

  2. Mencucuk badannya dengannya mata pancing yang berukuran sekitar 10 senti meter. Dan setiap mata pancing tersebut di gantungi jeruk nipis, buah-buahan dan aneka lainnya,

  1. Mencucuk punggunya juga dengan mata pancing dan di ikatkan pada sebuah kereta atau gerobak yang di atasnya ada patung Dewa Murugan.

  2. Berguling di atas tanah/jalan raya dari tempat asalnya sampai ke dalam kuil.

Jam 8 lewat dikit, kami udah nyampe di Batu Cave.  Dari pucuk pepohonan tampak patung budha raksasa berwarna emas dengan latar tebing batu. Megah!

sampe di Batu Cave

Dengan penuh semangat saya turun. Finally! Nyampe ke Batu Cave! Hihihi.. kampung yah. Soalnya setelah gagal ke Batu Cave beberapa tahun lalu, dan ga masuknya Batu Cave dalam itinerary yang kami susun sebelumnya, bikin saya agak-agak…ga yakin bisa ke Batu Cave.

Poto-poto sambil masuk ke areal Batu Cave yang masih sepi. Hihihi.. Kepagian kayaknya.

Tuh, sepi kan?

sepi

Eh saya dan teman-teman agak heran juga, obyek wisata sebesar dan sekeren ini, ternyata masuknya gratis.. tis.. tis..

Masuk lagi ke dalam, eehh.. ternyata di bagian sini yang rame.. Banget!

rameee

Disini kami agak ragu. Turis boleh masuk gak yaa? Atau harus botakin kepala dulu dan pake kaos kuning baru bisa masup? Xixixi.. Sambil liat2 situasi, kami poto-poto. Kami lihat, jalur naik ke dalam gua dibagi 3, dan yang tengah ada spanduk guedeee nya “PUBLIC”.

Horee.. Buru2 kami masuk. Di depan tangga kami lepas alas kaki. Soalnya yang lain juga gitu. Padahal ternyata gapapa tuh pake alas kaki.

ada monyetnya

Yak naiikkk… Sedikit-sedikit kami naik, menapaki 272 anak tangga. Bergabung dengan kerumunan laki-laki, perempuan tua muda yang berbaju kuning.

nanjak 272 anak tangga

sampe tengaahhh

Sampe puncak, tambah crowded nih. View nya keren!

Untungnya jalur tengah ini jalur orang-orang yang ga ngantri. Jadi masih bisa lanjut sampe ke dalem.

Bau dupa dan nyanyian mistis dimana2. Serem nih. Hehehe.. Kami masuk sampe tengah2 gua yang besaaarr bgt. Take some picture here.

Dan buru2 turun, karena inget itinerary kami untuk maen2 ke KL Tower siang ini.

Menuruni 272 anak tangga jauh lebih ringan daripada naiknya. Apalagi ga usah berdesak-desakan. Di ujung bawah anak tangga, ada beberapa patung. Beberapa lumayan seksi.. hihihi…

Kalo yang ini mah bukan patung.. :p

Sampe di ujung bawah anak tangga. Alhamdulillah sandal kami masih aman pada tempatnya. Kalo di Mesjid Indo kayaknya udah ngilang nih.. hahaha..

Balik ke Platform MRT Batu Cave. Deretan stand jualan souvenir udah buka. Tapi kami ga beli apa2 disini.

Balik ke Terminal Pudu, Jemput niniek yang udah bête nungguin kami di hostel.. Alhamdulillah. Akhirnya kesampean juga ke Batu Cave.

Next : lanjut ke tulisan Malaysia Trip : Nikmatnya Coklat di Cocoa Boutique

Posted in: adventure, traveling