Buruh pake Ninja 250 minta UMR naik. So what?

Posted on 1 November, 2013

2



image

Kid,

Beberapa hari ini lagi rame diberitakan mengenai demo buruh yang minta UMR naik jadi 3,7jt an. Untuk jakarta sendiri, UMR tahun 2013 kabarnya sebesar 2,2 juta, kalo Bandung dan Cimahi sebesar 1,5an dan 1,3an.

Menariknya, yang ramai diberitakan di media massa online adalah tentang salah seorang pendemo yang demo dengan mengendarai Kawasaki Ninja 250cc nya.

Berikut cuplikannya :

Namun, di antara para buruh tersebut ada sejumlah buruh yang mengendarai sepeda motor yang harganya relatif mahal, seperti Kawasaki Ninja 250 cc yang harganya di atas Rp 45 juta. Menanggapi hal itu, Taufik, salah seorang buruh, mengatakan, sepeda motor itu diperolehnya dari hasil kredit.

“Motor ini kan kredit, dengan gaji sekarang bayar kredit motor saja sudah berkurang banyak,” kata Taufik.

Pria lajang ini mengatakan, jika digabung dengan uang lembur, dalam satu bulan dia bisa menerima gaji sebesar Rp 4 juta. Namun, jika tidak lembur, dia hanya menerima Rp 2,5 juta per bulan.

“Kalau gaji kita jadi Rp 3,7 juta kan, jadi gak perlu lah nyari-nyari lemburan lagi. Kreditan motor juga aman sebesar Rp 1,5 juta selama tiga tahun setengah,” jelasnya.

Kalo diliat-liat sih, banyakan yang jadi menghujat : ga tau diri, ga bersyukur, gila, dll.

Lha emang salah gitu minta naik gaji? Salah gitu gaji kecil beli motor mewah? Uangnya didapat dari gaji dan lembur yang halal lagi. Daripada dari hasil korupsi? Uang-uang dia, Suka-suka dia dong.

Menurut saya sih sama sekali ga salah. Cumaan.. jadi kerasa kurang pas aja :

Si buruh minta kenaikan gaji dengan rame-rame demo.
Demo nya dengan alesan gaji sudah tidak bisa untuk hidup layak. Walaupun saya belum liat perincian hitungan Komponen Hidup Layak dari pihak-pihak yang berwenang, saya yakin didalamnya tidak ada komponen biaya cicilan kendaraan sampe 1,5jt.

Demo mewakili buruh yang ingin taraf hidupnya menjadi “layak” dengan mnggunakan kendaraan yang tergolong “mewah” malah bikin perjuangan buruh jadi kurang dihargai masyarakat. Coba minta naik upah dengan alasan upah yang sekarang ga cukup untuk nyicil rumah sangat sederhana, untuk pendidikan anak, atau kebutuhan primer lainnya. Saya yakin masyarakat akan merespon positif.

Sekarang kepikirnya kan :
ah ngapain dinaekin gajinya? Dengan gaji sekarang saja mereka sudah mampu beli motor mewah apalagi kalau gajinya naik.

Sebenernya sih, biar enak, masukin aja komponen cicilan motor mewah ke Komponen Hidup Layak. Beres. Hahaha…

Ada juga yg komen, kalo buruh sekarang banyak yang besar pasak daripada tiang. Penghasilan masih UMR tapi udah pengen pake hape mahal, kendaraan mahal, makan di tempat mahal. Kalo yang ini saya sih setuju. Soalnya punya temen-temen yang bergaya hidup kayak gitu. (Hayoo yang ngerasa ngacuung!). Emang sih, bisa aja mereka punya penghasilan dari sumber lain. Tapi memang ada yg bener-bener maksain!

Kalo saya… Mmm.. Pengennya punya penghasilan lain, yang lebih besar dari gaji. Biar kalo beli ninja 250 ga ada yang protes… Sementara sih, cukup pake P200NS aja deh…

#ditulis sambil nungguin P200NS serpis pertama di dealer Kawasaki Soekarno Hatta Bandung, dan dilanjut di wese

Tagged: , ,
Posted in: Uncategorized