Lombok Exploride : Pantai Serewe & Pantai Cemara

Posted on 6 May, 2014

20



Sabtu, 3 Mei 2014

Packing!!!
GoPro, Kamera Mirrorless, tongsis, Tablet 10″, GPS, powerbank, botol norival, dompet, buff, sarung, duit receh, kacamata, semua saya jejelin ke tankbag Contin Flipper. Masuk! Hehehe..

Peralatan Perang

Peralatan Perang

Ready to Pentur

Ready to Pentur

Jam 7 meluncur dari Jalan Sriwijaya ke arah timur, bareng sm om Hidayat TRC. Di pertigaan Sweta kami berpisah. Om Hidayat belok kanan ke arah Praya, kalo saya belok kiri, lanjut ke arah Narmada. Tujuan saya kali ini adalah Pantai di daerah Lombok Timur, searah sama Tanjung Ringgit. Setelah kemaren-kemaren nyasar ke pantai Sungkun dan Surga (tulisannya bisa dibaca DISINI).

Pantai-pantai tujuan saya hari ini :

Lokasi Pantai Sungkun-Serewe-Kaliantan-Bertok-Rawan-Sungkun

Lokasi Pantai Sungkun-Serewe-Kaliantan-Bertok-Rawan-Sungkun

Cuaca cerah, jalanan ga terlalu rame. Segera saya melewati Kopang, Paokmotong dan Masbagik. Sebelum Aikmel saya singgah ke pom bensin. Isi premium 32rebu, ga lupa tetesin mpok Nori. Nyalain google maps, set jalur ke Pantai Serewe (8°53’22″S 116°30’22″E). Lhaa ternyata harus balik arah. Untung ga jauh. Saya pasang earphone Sennheiser Sport, sambungin ke HP. Setel musik, dengan petunjuk jalan google maps menyala di background. Lumayan. Tinggal denger perintah suara nya aja, nyampe deh di Selong.

Ibukota Kabupaten Lombok Timur ini kecil saja. Kalo di Jawa, masih kalah rame dengan kota-kota kecamatannya. Di sebuah perempatan saya lihat ada ibu-ibu jual tuak manis. Murah cuma 5000an. Segeeerr.

Tuak Manis maknyus cuman 5000

Tuak Manis maknyus cuman 5000

Dari Selong, perjalanan saya lanjutkan ke arah tanjung luar, foto-foto disitu bentar, lanjut kemudian belok ke kanan sampe Keruak.

di Tanjung Luar

di Tanjung Luar

Melewati pasarnya, kemudian belok kiri ke Jerowaru. Semua dengan panduan Google Maps plus voice guidance nya.

Jalan terus sampe ke pertigaan. Kalo kemaren belok kanan ke arah Pantai Surga, kali ini ambil lurus ke Kaliantan / Cemara.

Di pertigaan Surga - Cemara - Ringgit

Di pertigaan Surga – Cemara – Ringgit

Ga jauh dari pertigaan ini, ada lagi pertigaan, kalo belok kiri ke Tanjung Ringgit / Pantai Pink Tangsi. Saya ambil jalan lurus terus. Jalannya lebih bagus daripada ke Pantai Surga. Jalan bolong hanya di beberapa tempat. Beberapa kilo melaju kencang dengan mengabaikan bagian jalan2 yang rusak (supermoto gitu lhoooo.. ga kerasa.. hahaha..) sampe deh di Pantai Cemara.

Sampe di Pantai Cemara

Sampe di Pantai Cemara

Memang ada beberapa pohon cemara, kira-kira 100m dari pantai. Diantara pohon cemara dan pantai terdapat semacam tumbuhan yang daunnya berduri. Jadi agak susah untuk mencapai pantainya. Kira-kira 30m dari pantai ada 4 berugak. Di dekat berugak saya lihat ada WC dan sumur juga. Airnya segar dan ga asin.

Siang ini Pantai Cemara sepi sekali. Cuman ada 1 penjaga yang duduk terkantuk-kantuk di motornya. Saya tanyain, katanya emang tumben hari saptu begini sepi. Tapi di libur tanggal 1 kemarin, pantai ini rame.

Eits, targetnya kan susur pantai dari timur. Lha kok malah ke Cemara dulu. Buru2 saya melajukan motor ke Serewe. Baru beberapa ratus meter meluncur, saya masuk ke perkampungan. Jalan sampe ujung kampung, eh jalannya memutar balik lagi ke arah saya datang. Ternyata pantai Serewe ya disini. Nyari-nyari jalan ke pantai diantara rumah-rumah penduduk, nembus tanaman berdaun duri, nyampe deh ke Pantai Serewe.

Sampe di Pantai Serewe

Sampe di Pantai Serewe

Pasirnya putih, butirannya halus tapi padat. Enak ga bikin ban motor tenggelam. Di bibir pantai banyak berserakan sampah rumput laut.

Pantai Serewe

Pantai Serewe

Di sebelah kanan tampak ada nelayan merapat.

SAMSUNG CSC

Saya dekati. Ternyata mereka baru panen rumput laut.

Nelayan panen rumput laut

Nelayan panen rumput laut

Rumput laut diturunkan, kemudian disortir oleh sekelompok ibu-ibu.

Perempuan sibuk nyortir rumput laut

Perempuan sibuk nyortir rumput laut

Eh ralat. Sebagian sih ibu-ibu muda, malah ada yang sambil nyusuin anaknya. Ampun dah itu XXX gundal gandil kemana2. Si ibunya cuek lagi. Malah jadi saya yang malu. Xixixi.. Sebagian lagi masih anak-anak.. Rumput laut yang udah gede diambil untuk kemudian dijemur. Yang masih kecil, diiket pada seutas tali, untuk kemudian diceburin lagi ke laut.

Asik juga memperhatikan anak-anak kecil ini menyortir rumput laut. Tangan mereka cekatan bekerja, sementara mulut mereka tak henti-hentinya berceloteh riang. Saya tanya, mereka rata-rata masih SD, kelas 4-6. Hebat ya, diumur yang masih sangat muda udah bisa bantu ortunya mencari nafkah.

Nah, Kinan, banyak-banyak bersyukur yaa. Kinan ga perlu nyortir rumput laut buat dapet makan / sekolah kan?

Anak-anak sibuk sortir rumput laut

Anak-anak sibuk sortir rumput laut

Rumput laut ini mereka beli dari nelayan dengan harga 200ribu per 1kuintal. Kemudian mereka sortir. Yang udah besar dan layak jual kemudian mereka jemur di sebuah hamparan jaring besar.

Rumput Laut Kering

Rumput Laut Kering

1 jaring bisa jadi 1 kuintal rumput laut kering, yang djual ke pengepul dengan harga 10ribu per kilo nya. Lhaa 1 jaring itu bisa 1 juta doong. Hmmm.. lumayan juga yaaa.

Puas gangguin mereka dengan pertanyaan-pertanyaan saya yang ga penting (hahaha….) saya pun pamit dan meluncur menyusuri pantai Serewe ke arah pantai Cemara. Untung pasirnya padat. Jadi walaupun dengan agak susah payah, saya bisa mencapai pantai Cemara,

Selfie dulu ahh

Selfie dulu ahh

selfie panas panasan

selfie panas panasan

Tapi… trus bingung. gimana naik dari pantainya? Seluruh pinggiran pantai dipenuhi semak berdaun duri itu.

Jalan tertutup semak berduri

Jalan tertutup semak berduri

Akhirnya nekat nembus gerumbulan semak yang paling jarang, sambil angkat kaki ke stang. Selamaatt!!! *joged-joged sendiri

Merapat ke berugak terdekat. Lalu istirahat. Puanas banget nih!!!

Istirahat di berugak

Istirahat di berugak

Ga lama istirahat, saya kemudian naik ke bukit di sisi kanan Pantai. Mas-mas penjaga pantai sih bilangnya, “bisa mas naek pake motor ke atas sana.”
Tapi saya lihat kok terjal dan sempit sekali jalan setapaknya (lhaa namanya juga setapak, ya sempiiitt lah), jadi saya parkir aja dibawah, lalu lanjut naik jalan kaki.

Daan.. what a beautiful view :

 

View pantai cemara sebelah kiri bukit

View pantai cemara sebelah kiri bukit

 

view pantai cemara sebelah kanan bukit

view pantai cemara sebelah kanan bukit

 

ga lupa selfie dulu.. hahaha

ga lupa selfie dulu.. hahaha

 

Ampuun panasnya! Turun ah.. Saatnya lanjut ke barat.

 

– bersambung ke tulisan ini

 

How to get there :

  • Public transport is not an option
  • Rent or use your own motorbike  is the best option
  • Use your smartphone, copas this coordinates : 8°53’22″S 116°30’22″E to your google maps.
  • This is the fastest route :
Mataram-Serewe Cemara-cepat

Mataram-Serewe Cemara-cepat

  • and this is my route :
Mataram--Tanjung Luar-Serewe Cemara

Mataram–Tanjung Luar-Serewe Cemara

Posted in: adventure, biker