Long Way Ride P200NS To East Trip 4 : Menuju Ijen

Posted on 12 June, 2014

10



Yak, lanjut lagi tulisan seri Long Way Ride To East nya. Mudah-mudahan ga bosen bacanya… hahaha…

Yang belum baca, bisa lihat tulisan sebelumnya di tulisan ini

Saya terbangun karena silau. Astaghfirullah!! Telat bangun!!! Saya bangunin Ghani yang juga masih pules, trus bergegas ambil wudhu.

Buru-buru sholat subuh. Cek jam. Weleh-weleeh. Udah jam 6 nih. Padahal rencananya berangkat ke Ijen jam 4 subuh. Hahaha.. Kecapean nih.

Packing

Packing

Setelah packing dan memastikan agar kali ini ga ada barang ketinggalan, pukul tujuh kami meluncur meninggalkan Jember.

Siap meluncur ke Ijen

Siap meluncur ke Ijen

Tujuannya adalah Bondowoso. Jalanan masih sepi. Cuaca cerah. Kami melaju santai menikmati pemandangan.

Sekitar pukul 8 pagi, kami tiba di alun-alun bondowoso. Sebenarnya Garmin udah nyuruh belok kanan, tapi dari pengalaman, si Garmin ini ngarahin ke rute terpendek, which is kadang-kadang melewati jalan jelek, atau malah gang kecil. Jadinya saya merapat ke pos polisi di pojokan alun2.

Untung aja nanya polisi, ternyata jalur yang ditunjukkan GPS sedang terputus karena jembatan sedang diperbaiki. Pak Polisi baik hati itu kemudian nunjukkin jalan alternatifnya. Oke. berangkat!!

Dari alun-alun Bondowoso kami berbelok kanan, ke arah timur. Sekitar 1 kilo dari situ, jalan terputus, kami berbelok ke gang kecil, kemudian menelusuri jalan kampung, dan melintasi jembatan yang asalnya adalah jembatan kereta api. Tampak banyak motor yang antri untuk melintas.

Antrian Motor Nyeberang Jembatan Darurat

Antrian Motor Nyeberang Jembatan Darurat

Selepas jembatan darurat ini, kami kembali masuk ke jalan besar, dan meluncur terus ke arah timur. Baru jalan beberapa kilo, kami melewati jalan yang kanan kirinya pohon besar, keren banget kayak di luar negeri.

Istirahat Poto-poto Selepas Bondowoso

Istirahat Poto-poto Selepas Bondowoso

Akhirnya berhenti sebentar disini buat photo session.😀

Long Way To East

Puas foto-foto, kami lanjut jalan. Saya kadang menambah kecepatan terutama di tikungan. Biar ga bosen, plus, jalanan sepi, mulus. Masa tikungan enak dilewatin? Sayang!😀  Beberapa kali berhenti di persimpangan, nunggu Ghani yang melaju santai biar ga salah belok.

Di persimpangan

Di persimpangan

Jalan tambah sepi. Tidak ada lagi perumahan penduduk. Kiri-kanan jalan hanya pohon dan semak belukar. Untungnya jalan muluuusss. Ga lama kami tiba di Pos Masuk Kawasan Ijen.

di Pos Masuk Kawasan Ijen

di Pos Masuk Kawasan Ijen

Parkir dan tanya-tanya. Eh malah disuruh isi buku tamu. Tapi gratis kok. Abis isi buku tamu lanjut foto-foto.

TURING NS BANDUNG LOMBOK (160)

TURING NS BANDUNG LOMBOK (169)

TURING NS BANDUNG LOMBOK (176)

Lanjuutt… Jalan masih relatif datar. Dan masih bagus. Kami meluncur santai sambil menikmati pemandangan. Beberapa kilo kemudian kami sampe di pos berikutnya.

Pos Ijen Kedua

Pos Ijen Kedua

Baru juga jalan beberapa ratus meter dari pos itu, nemu spot bagus buat foto-foto. Begitu terus sampe ke Paltuding : Parkiran Kawah Dieng.

TURING NS BANDUNG LOMBOK (193)

SAMSUNG CSC

Long Way Ride - Ghani

Long Way Ride - Insan

Alhamdulillah, jalan 100% mulus. Menurut info emang baru selesai diaspal karena ada acara sepedahan tour Ijen. Pantes pelataran parkirnya rame banget.

Pelataran Parkir Paltuding

Pelataran Parkir Paltuding

Susah payah kami nyari tempat parkir. Kami ga bisa sembarangan parkir di tempat umum kayak foto diatas. Akhirnya nemu tempat parkir di deket pintu pemeriksaan tiket naik ke Ijen. Dijagain langsung sama petugas parkirnya. Soalnya kami kan ga mungkin bawa ransel dan semua perlengkapan turing kami naek ke Ijen. Berattt..!!!

Beli tiket masuk totalnya 6000 rupiah per orang untuk karcis masuk pengunjung, karcis masuk kendaraan roda 2, dan karcis pengambilan foto. Itu diluar ngasih 5rb ke tukang parkir spesial kami. Hehehe..

Tiket Masuk Ijen

Tiket Masuk Ijen

Di sekitar pos banyak banget orang-orang. Ampun dah crowded gini. Ternyata mereka ga naik dan cuman mau nongkrong nonton keramaian disini. Hahaha.. Baguslah.. ga menuh-menuhin kawah jadinya.

Crowdednya Pelataran Parkir Ijen

Crowdednya Pelataran Parkir Ijen

Eh, yang kuning-kuning itu apaan ya? Saya tanya-tanya, ternyata itu belerang, yang dicetak berbagai bentuk. Ada bentuk hati, donal bebek, angsa, dll. Harganya juga ga mahal kok. Cuman 10rb-25rb aja. Belum ditawar! Saya sebenernya pengen beli buat suvenir. Tapi khawatir ancur di jalan, jadinya cuman ijin motret doang.

Hiasan dari Belerang

Hiasan dari Belerang

Saatnya naik! Beli air mineral botolan, dan sedikit cemilan, dan kamipun siap mendaki.

memulai pendakian

memulai pendakian

bersambung (lagi) yaa..

@akangichan

Posted in: adventure, traveling