R[17] Istana Dalam Loka – Sumbawa Besar

Posted on 15 July, 2014

0



Ramadhan hari ke-17

Biasanya pada ramadhan ke 17 ini diselenggarakan acara peringatan malam nuzulul qur’an, dasarnya dari mana ya? Berdasarkan ulasan mas Novi Effendi sih, GA ADA DASARNYA.. wallahu a’lam.

Bosen bahas Lombok dan Flores, mari kita pindah ke pulau diantara keduanya : Sumbawa. Tepatnya Sumbawa Besar. Eh? Bedanya apa sih? Sumbawa merujuk pada PULAUnya, sedangkan Sumbawa Besar adalah sebuah kota, yang merupakan ibukota Kabupaten Sumbawa. Ada lagi Kabupaten Sumbawa Barat, yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Sumbawa. Ibukotanya bernama Taliwang. Lhoo?? Taliwang? Yang ayamnya enak itu? Bukan… Taliwang itu mah adanya di Lombok..mmm.. duh.. kok jadi lieur ginih? Mari fokus ke Sumbawa Besar sajah ya😀

Sudah beberapa kali saya mengunjungi Sumbawa Besar ini. Jangan percaya dengan kata-kata Besarnya. Kota ini KECIL..!! Ngiter-ngiter kota ini cukuplah setengah jam. Entah kenapa juga dikasi nama Besar.

Istana Dalam Loka ini lokasinya pas bersebelahan dengan Masjid Agung Nurul Huda. Sejak ke Sumbawa Besar tahun 2013 lalu, sudah sering saya singgah shalat di Masjid Agung ini, namun entah kenapa, baru setahun kemudian saya mengunjungi Istana Dalam Loka ini.

Kalau melihat bentuknya yang hanya seperti rumah panggung besar, siapapun tampaknya tidak akan menyangka kalau bangunan kayu berwarna gelap ini dulunya adalah Istana. Nah, itu mungkin sebabnya.

Tampak tak menarik…

Hari telah menjelang sore saat saya dan teman-teman mengunjungi Istana ini setelah menunaikan shalat Ashar di Masjid Agung.

SAMSUNG CSC

Suasana sepi sekali. Hanya ada seorang penjaga yang duduk terkantuk-kantuk di depan pintu masuk ke Lunyuk Agung. Pintunya tertutup, dan sang penjaga hanya diam melihat kami mendekat. Saya sampaikan keinginan kami untuk melihat-lihat ke dalam. Baru deh dibukain pintu. Trus dibiarin. Duuh.. ga informatif gini penjaganya. Harapan saya, dia berinisiatif nganter dan ngejelasin sejarah bangunan ini… seperti yang biasa saya alami di obyek wisata lain. Tapi… ditanyain pun cuman angkat bahu.. Sudahlah…  Padahal kalo dia mau sedikit saja ngejelasin, tulisan ini bisa sedikit lebih berisi…

 Masuk dah.

Secara umum, tidak ada perabotan apapun yang tersisa di sini. Ruangan-ruangan besarnya kosong melompong, dengan lampu penerangan seadanya.

SAMSUNG CSC

SAMSUNG CSC

SAMSUNG CSC

Tampak suram dan sedikit menyeramkan. Beberapa foto mengenai aktivitas raja-raja sejak jaman dahulu tampak terpampang di dinding ruangan Lunyuk Agung. Selebihnya? Bersih…

SAMSUNG CSC

 

SAMSUNG CSC

SAMSUNG CSC SAMSUNG CSC

Istana Tua “Dalam Loka” dibangun pada zaman pemerintahan Sultan Muhammad Jalaluddin Syah III, tepatnya pada thun 1885. Sebelum istana ini dibangun, kerajaan Sumbawa telah bebeap kali berganti istana, antara lain pernah dikenal “Istana Gunung Setia,” “Istana Bala Balong dan Istana Bala Sawo”.

SAMSUNG CSC

Bala Rea (Graha Besar) yang terletak di dalam komplek istana “Dalam loka” berbentuk rumah panggung kembar, disangga 99 tiang jati yang melambangkan 99 sifat Allah (Asma’ul Husna). Istana ini selain untuk menempatkan raja pada posisi yang agung, juga sebagai pengganti Istana Bala Sawo yang hangus terbakar letusan bubuk mesiu logistik kerjaan. Bangunan Bala Rea ini menghadap ke selatan lurus kedepan alun-alun, ke arah bukit Sampar yang merupakan situs makam para leluhur. Disebelah barat alun-alun terdapat Masjid kerajaan, Masjid Nurul Huda yang masih berdiri hingga sekarang, dan di sebelah timur komplek isatana megalir sungai Brang Bara ( sungai di sekitar kandang kuda istana).

Bahan baku pembangunan istana Dalam Loka ini sebagian besar didatangkan dari pelosok-pelosok desa di sekitar istana. Khusus untuk kayu jati ukuran besar didatangkan dari hutan Jati Timung, sedangkan atapnya yang terbuat dari seng didatangkan dari Singapura. Pekerjaan pembangunan istana ini dipimpin oleh Imam Haji Hasyim.

Bala Rea ini memiliki banyak ruangan dengan fungsinya masing-masing. Antara lain sebagai berikut :

1. Lunyuk Agung, terletak di bagian depan. Merupakan ruangan tempat dilangsungkannya musyawarah, resepsi, dan serangkaian kegiatan penting lainnya.

2. Lunyuk Mas, adalah ruangan khusus bagi permaisuri, para isteri menteri dan staf penting kerajaan ketika dilangsungkan upacara adat. Letaknya bersebelahan dengan Lunyuk Agung.

3. Ruang Dalam sebelah barat, terdiri dari kamar-kamar yang memanjang dari arah selatan ke utara sebagai kamar peraduan raja (Repan) yang hanya di sekat kelambu dengan ruangan sholat. Di sebelah utara Ruang Dalam merupakan kamr tidur Permaisuri bersama dayang-dayang.

4. Ruang Dalam sebelah timur, terdiri atas empat kamar, diperuntukkan bagi putra/putri Raja yang telah berumah tangga. Di ujung utaranya adalah letak kamar pengasuh rumah tangga.

5. Ruang Sidang, terletak pada bagian utara (bagian belakang) Bala Rea. Pada malam hari ruangan ini digunakan sebagai tempat tidur para dayang.

6. Dapur terletak berdampingan dengan ruang perhidangan.

7. Kamar mandi, terletak di luar ruang induk, yang memanjang dari kamar peraduan raja hingga kamar permaisuri.

8. Bala Bule, letaknya persis di depan ruang tamu permaisuri (Lunyuk Mas), berbentuk rumah dua susun. Lantai pertama yang sejajar dengan Bala Rea sebagai tempat putra/putri raja bermain, sedangkan lantai dua untuk tempat Permaisuri beserta istri para bangsawan menyaksikan pertunjukkan yang dilangsungkan di lapangan istana. (disadur dari http://samawaholic.com/2011/10/22/sejarah-dalam-loka-istana-tua-sumbawa/ )

 Saya naik ke lantai 2, edun tangganya curam ginih

SAMSUNG CSC

Benar saja, di lantai 2 ini banyak jendela-jendela yang menghadap ke halaman. Nengok ah. Gini ternyata rasanya jadi permaisuri dan liat pemandangan dari atas… (apasih..)

SAMSUNG CSC

Dari sini Masjid Agung jelas terlihat.

SAMSUNG CSC

Biarpun banyak ventilasinya, suhu di lantai dua sini agak gerah. Soalnya atapnya dari seng sih… Kebayang dulu permaisuri dan selir2 nonton pertunjukan sambil mandi keringat… hihihi..

Turun ah. Di sebelah tangga ada ruangan. Waktu diintip, isinya kayak gudang.

SAMSUNG CSC

Bingung mau ngapain lagi.. keluar aja dah…

SAMSUNG CSC

Dan tanpa berkata apa-apa, sang penjaga mengunci pintu.

Hmmm…

Seharusnya, pemerintah ngasi perhatian lebih kepada warisan sejarah budaya bangsa ini. Mungkin bila dikelola dengan baik, wisatawan domestik maupun manca negara bisa lebih mengapresiasi keberadaannya. Saya sih ngebayangin, kalo bangunan dipasangin lampu-lampu led kayak di Gedung Sate pasti keren. Terus dihalamannya dibikin live musik unplugged tiap weekend. Pengunjung duduk-duduk di sekitar Istana sambil nonton live musik. Aah. keren tuuh. Ada yang mau realisasikan?

 kolase

@akangichan

Posted in: adventure