[R20] Ramadhan : Momen Yang Tepat Untuk Berbagi

Posted on 19 July, 2014

0



Ramadhan hari ke-20. Media ramai membahas serangan Israel ke Gaza, jatuhnya pesawat Malaysia Airlines di Ukraina, dan Kapal ferry Lombok-Bali yang terbakar. Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun.

Rehat sesaat dari tulisan tentang adventure, travelling, dan motorannya ya..🙂

Ramadhan, bulan suci penuh barakah ini memang istimewa. Selain karena ritual shaum dan sholat tarawihnya yang bikin pola hidup (tidur, makan, kerja, jalan-jalan dll) berubah, juga karena di bulan ini, biasanya umat Islam (bahkan semua orang) berlomba-lomba bikin acara bakti sosial. Euh, sebenernya bikin bukber juga sih. Tapi kita kesampingkan dulu soal bukbernya. Itu akan saya bahas di lain kesempatan.

Kalian yang punya grup whatsapp, BBM, atau Line nya banyak, pasti banyak juga menerima (atau membuat) ajakan bakti sosial. Panti asuhan dan pondok pesantren kebanjiran order. Minggu ini nerima sumbangan baju dari komunitas motor. Minggu kemaren komunitas mancing yang ngasi sumbangan Al Quran. Minggu depan sudah siap-siap terima sumbangan sembako dari komunitas catur.

Itu di kota-kota besar. Gimana dengan di Lombok?

Tidak jauh berbeda sih. Dari awal ramadhan, teman-teman bikers yang tergabung dalam Komunitas Motor Box (Kombo) Lombok sudah merencanakan untuk melakukan bakti sosial. Dari hasil survey, didapatlah sebuah pondok pesantren yang akan jadi target :

Pondok Pesantren Najmul Huda Batu Bokah Desa Banyu Urip – Kecamatan Gerung – Kabupaten Lombok Barat.

Seperti apa sih pesantrennya?

Tampak depannya.. Itu bukan saya ya😀

editIMG-20140718-WA0101

Ruangan kelasnya

editIMG-20140718-WA0100

editIMG-20140718-WA0105

Pintunya

editIMG-20140718-WA0112

editIMG-20140718-WA0110

editIMG-20140718-WA0092

Parah kan? Bangunan rusak, peralatan mengajar rusak. Padahal, ponpes ini dihuni oleh sekitar 250 orang santri lho. Makanya, teman-teman Kombo Lombok berinisiatif untuk mengumpulkan dana dan barang untuk disalurkan kesana.

Sebenarnya, bantuan awal berupa uang tunai, bahan makanan, ATK, dan baju telah diserahkan kepada pihak pondok pesantren minggu lalu. Namun tiba-tiba sahabat saya dihubungi lagi oleh pemimpin ponpes. Beliau memohon bantuan (lagi) untuk pengadaan buku tulis yang akan dipergunakan oleh santri. Ya berhubung santri yang belajar disini sebagian besar berasal dari keluarga yang tidak mampu, maka pembelian 1 lusin buku per siswa terasa berat sekali.

Informasi dan pengumuman permohonan bantuan segera disebar. Saya pun tidak ketinggalan ikut menyebarkan permohonan bantuan.

Perhitungan saya, setiap santri paling tidak membutuhkan 8-12 buku tulis.

Oke anggap saja kita penuhi kebutuhan minimal buku tulis sejumlah 8 buku per anak. Maka dibutuhkan 2000 buah buku. Harga 1 lusin buku tulis di kota Mataram adalah 15ribu rupiah. Maka dana yang dibutuhkan PALING TIDAK 2,5juta rupiah.

Besar? Tidak juga.

Dengan memanfaatkan media sosial Path, Facebook dan grup di Line dan BBM, saya sebarkan permohonan bantuan sebesar 2,5 juta rupiah untuk buku tulis 250 santri. Ternyata responnya luar biasa. Hanya dalam beberapa jam saja, saya sudah mendapatkan 2juta rupiah. Alhamdulillah.

Masih ada waktu 1 hari untuk menggenapkan bantuan menjadi 2,5 juta rupiah.

Kalian mau bantu? Gampang saja, cukup like postingan ini dan kalian sudah menyumbang 10ribu rupiah. Masih mau nyumbang? PM saya aja ya untuk teknisnya.

Hatur Nuhun

1.kolase

@akangichan

Posted in: catatanku