Kilas Balik 2014

Posted on 14 January, 2015

1



What a year!!

Kumulai tahun 2014 dengan hati gamang. Bagaimana tidak? Setelah melewati 2012 dan 2013 dengan stok cuti berlimpah sebanyak 90 hari (yaa.. betul. sembilan puluh hari) yang membuat saya bisa sering ambil cuti untuk ketemu Kinan di Bandung, jatah cuti saya di 2014 balik ke normal : 12 hari saja.

Kinan

Tapi alhamdulillah, dimana ada kemauan dan usaha, disitu Allah membukakan jalan. Saya merasa amat dimudahkan. Terhitung minimal 1 bulan sekali saya bisa menginjakkan kaki di Bandung, ketemu Kinan, menemani dia bermain, sepedaan, belajar, dan membiasakan shalat berjamaah.

Kinan, biar terkilir masih ngotot sholat di masjid

Kinan, biar terkilir masih ngotot sholat di masjid

Biayanya? Ya lumayan. Dengan rata-rata tiket pulang pergi 1,7juta , paling tidak saya menghabiskan 2juta. Hanya untuk ongkos transportasi. Mahal? YA! But it’s totally worthed. Nasihat seorang sahabat bahwa uang bisa dicari lagi, tapi waktu tak kembali, jadi pegangan saya.

Flores

Di 2014 ini juga, satu lagi mimpi saya terlunasi : Menjelajah Flores. Memang 2 tahun lalu saya sudah menjejakkan kaki di dua ikon utama pariwisata Flores : Danau 3 warna Kelimutu dan Pulau Komodo. Namun Flores tak hanya itu. Mahalnya biaya hidup dan transportasi di Flores alhamdulillah tidak menjadi kendala karena saya bolak balik ke Flores karena tugas negara. Alhamdulillah, alhamdulillah.. alhamdulillah.

Danau Batu Cermin, persawahan Cancar, Danau Ranamese, Sumber Air Panas Soa di Bajawa, Desa Adat Wae Rebo dan Bena bisa saya nikmati keindahannya.

Kinan, biar terkilir masih ngotot sholat di masjid

Malam penuh bintang di Wae Rebo

Bahkan saat berada di desa adat Bena di Bajawa, kedatangan saya kesana bertepatan dengan shooting acara My Trip My Adventure, sehingga saya bisa menyaksikan tari Ja’i, dan aktivitas warga desa Bena dengan lebih utuh.

tari penyambutan Jai, khas Bena

tari penyambutan Jai, khas Bena

Tugas juga membuat saya bisa merasakan nikmatnya menjalankan ibadah shaum bulan Ramadhan di kota Ruteng ibukota Kabupaten Manggarai yang berada di ketinggian 1200mdpl, yang masjidnya cuma ada 2.

Kopi Flores? Nikmat! Bahkan saat saya harus blusukan di daerah antara Bajawa dan Aimere, saya bisa disuguhi kopi Bajawa panas yang nikmat ini sampai 3x dalam 1 hari.

Kopi terbaik di Flores-Kopi Papataki di Bajawa

Kopi terbaik di Flores-Kopi Papataki di Bajawa

Karir

Satu hal lagi yang selalu membuat saya galau di tahun 2014 lalu. Karir. Semenjak saya diberi kesempatan untuk ketemu Kinan tahun 2012 tahun lalu (baca tulisan saya ini : Penantian Berakhir, saya sudah menolak beberapa peluang karir. Alasannya sederhana : Jabatan tersebut berpotensi untuk mengurangi peluang saya untuk ke Bandung ketemu Kinan.

Untuk apa pegang jabatan bagus di kantor tapi jabatan penting sebagai seorang Ayah terabaikan? Totally not worthed!!

Dengan pertimbangan itu pula akhirnya saya memberanikan diri untuk menghadap GM. Minta mutasi ke Bandung. Alhamdulillah, berkat doa, penyampaian dan pemilihan waktu yang baik, pak GM menyetujui permohonan saya.

Namun, hari berganti minggu, minggu berganti bulan, kepastian saya mutasi ke Bandung belum juga didapat. Hingga saya berketetapan bahwa di Januari 2015, saya akan mengajukan surat permintaan mutasi ke Bandung, atau istilahnya APS (Atas Permintaan Sendiri). Beberapa sahabat menyayangkan keputusan ini. Selain karena peluang karir di Lombok lumayan bagus, peluang jalan-jalan menikmati alam Lombok yang luar biasa indah juga sangat besar.

Ikut menyayangkan keputusan saya? Coba kalau kamu ada di posisi saya. Apa yang mau kamu lakukan?

Masih banyak yang terjadi di 2014..

… baca tulisan saya berikut.. (under construction) :p

Posted in: catatanku