Ulang Tahun?

Posted on 31 January, 2015

0



Ehm.. Ya.. Euh..

Yaa.. Hari ini kebetulan adalah tanggal yang telah ditetapkan oleh Allah sebagai tanggal kelahiran seorang insan. Tigapuluhan taun yang lalu. Hahahaha udah tua yaa..

Biasanya, hari ulang tahun adalah momen dimana ucapan selamat membanjir dari mana-mana. Thanks to facebook yang telah dengan setia mengingatkan saat salah satu friendlist kita berulang tahun.

Doa bersama diiringi Kue ulang tahun manis penuh lemak dan gula, tiup lilin, traktiran, makan-makan, pesta-pesta seakan jadi menu wajib saat ulang tahun. Bahkan momen Maulid Nabi di Lombok dirayakan secara meriah dengan makan-makan selama sebulan penuh, diselenggarakan bergantian antar kampung.

Iseng, saya search di google

image

Hasil search google

Nah lho. Sebagian besar tulisan menyebutkan bahwa merayakan ulang tahun tidak dicontohkan oleh Rasul, sebagian jelas-jelas mengharamkan, sebagian menganjurkan untuk tidak melakukan, sebagian lagi membolehkan dengan syarat-syarat tertentu.

Jadi.. Boleh ga nih?

Memang tidak ada larangan yang tegas dalam Al Quran ataupun hadis dalam masalah perayaan ulang tahun ini. Hampir semua artikel merujuk pada hadis umum :

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dari mereka”. (HR. Abu Daud no. 4031 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah (1/676) dan Al-Irwa` no. 2384)

Perayaan ulang tahun dianggap produk non-muslim. Lha gimana dengan produk yang lain?  facebook? Google, sampe celana jin yang saya pake?

Ah, Silakan berijtihad sendiri ya. Saya tidak mau terjebak dalam perdebatan itu. 🙏🙏🙏

Terlepas dari banyaknya hitungan satuan tahun  yang telah saya jalani di kolong langit ini, saya memaknai ulang tahun dari sisi lain : ibu.

Ya, saat kita berulang tahun, saat itu juga, sekian tahun yang lalu, ibu kita sedang berjuang bertaruh nyawa untuk melahirkan kita. Jadi bila kita ingin merayakan ulang tahun, apa lagi yang lebih baik daripada menjadikannya sebagai momen untuk berterima kasih kepada ibu, memuliakannya, membersamainya, menyenangkan hatinya?

Terima kasih telah melahirkanku ibunda tercinta. Maafkan anakmu ini tidak bisa ada disisimu hari ini. Maafkan masih belum bisa membahagiakan, masih sering merepotkan dan merisaukan. Semoga mamih selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah yaa…

Terimakasih mamih
Peluk cium sun sayang dari Lombok

image

Tagged:
Posted in: Uncategorized