Sepeda Saya Bagusnya Diupgrade Apanya?

Posted on 5 February, 2015

9



image

Trek firdaus bandung

Kang, Sepeda saya bagusnya diupgrade apanya ya?

Pertanyaan itu (dan yang mirip-mirp) sering sekali saya dapatkan. Baik secara langsung, atau saya baca di sebuah forum sepeda di facebook.

Geli.

Lha emangnya salah kalo ingin sepeda yang kita miliki tampak keren?

Tidak, tidak salah sama sekali. Saya yakin, sebagian besar goweser (termasuk saya) ingin sepedanya tampak keren. Tapi, ada yang jauh lebih penting daripada tampak keren : kenyamanan, yang erat kaitannya dengan ergonomi.

Jadi kalo ergonomi di motor ga penting gitu?

No..no..no.. bukan begitu maksud saya. Di motor juga pentiiing. Tapi oleh sebagian pengendara di Indonesia, hal tersebut dikorbankan demi sebuah penampilan, demi mendapat predikat “KEREN!”, karena ga terlalu terasa.

 Kok bisa gitu? Kan motor dan sepeda sama-sama beroda dua. Bentuknya pun secara umum mirip.😀

Soalnya sepeda itu unik. Kita sebagai pengendara, juga sekaligus sebagai mesinnya. Perubahan apapun-walaupun sedikit-biasanya akan langsung terasa ke kita sebagai mesinnya.

emmm….

Oke deh.. contohnya gini.

Banyak bikers yang hobi ganti ban dengan yang lebih lebar, biar motornya lebih keliatan kekar. Pengaruhnya di kita sebagai pengendara motor? Ga gitu kerasa.

Coba kamu ganti ban 1.90 mu ke 2.25 atau 2.50. Kalian yang biasa gowes di aspal 20kpj pasti ngos-ngosan keberatan ban.

Suka nipisin jok? Cobain aja tipisin sadel sepeda. Bisa-bisa setelah gowes setengah jam selangkangan serasa dipenuhi semut-semut kecil..😀

Di dunia persepedaan, yang lazim adalah memilih komponen yang memenuhi fungsinya dengan nyaman dan aman, baru setelah itu kerennya yang dilihat.

Kapan harus upgrade komponen sepeda?

Kalau menurut saya sih, silakan upgrade saat sepeda sudah tidak ( atau kurang ) sesuai dengan kebutuhan kalian. Kebutuhan ya. Bukan keinginan..😀

Sesuaikan dengan kecenderungan / kesukaan sepedaan kalian.

Kalo suka gowes ngaspal atau nanjak, bisa ganti ban tapak halus ukuran 1.75 atau 1.50, ganti stem panjang, ganti handlebar flatbar (yang lurus dan ga lebar), pasang bar end, dan lampu-lampu.

Kalo suka ngebut di turunan single trek, bisa ganti ban 2.10 ke atas, ganti stem pendek, handlebar lebar dengan rise sedang, ganti fork dengan travel lebih tinggi.

Kalo suka ngebut di aspal, bisa pasang mesin di sepedanya.. hahahha..

Jadi, udah tau kan kenapa saya milih mosso FR dengan fork RST Storm Air Travel 180, ban 2.25, dan HB low rise 700mm?

Posted in: gowes