Menikmati Senja di Pantai Ampenan

Posted on 16 February, 2015

10



Cuaca di Mataram cerah sekali. Matahari bersinar terik, serabut awan putih hanya terhampar sedikit saja di birunya langit. Padahal biasanya menjelang imlek, langit mendung dan hujan adalah pemandangan sehari-hari. Sungguh kontras dengan cuaca di hari sebelumnya. Cuaca yang sempurna untuk menyelenggarakan pernikahan.

Ya memang, seharian ini saya dan teman-teman Lombok Backpacker sibuk jadi fotografer dadakan dalam pesta pernikahan sahabat kami : Indra dan Tina.

Resepsi Nikah Indra - Tina

Resepsi Nikah Indra – Tina

Tugas sebagai fotografer sudah selesai, saatnya bersantai. Karena rumah Indra, tempat resepsi dilaksanakan berada di daerah Kota Tua Ampenan, maka kami memutuskan untuk ke Pantai Ampenan saja. Sebuah pantai (dan pelabuhan tua) yang dulu pada zaman Belanda pernah mengalami masa-masa keemasan sebagai salah satu pelabuhan tersibuk di Nusantara.

Terus terang, saya sebenarnya agak enggan datang ke pantai ini. Masih terbayang jelas di ingatan saya, wujud pelabuhan Ampenan saat saya pertama kali mengunjungi Lombok hampir 4 tahun yang lalu : pelabuhan tua tak terurus, dengan pasir pantainya yang hitam dan bersampah dipenuhi oleh deretan perahu nelayan. Anjing dan ayam berkeliaran mengais sampah yang bertebaran disepanjang pantai. Totally not worthed to visit!!

Tapi teman-teman ngotot. Ya sudahlah.. mari kita ke pantai!

Dan saya pun bengong. Ratusan motor memenuhi tempat parkir.

Ratusan motor memenuhi tempat parkir

Ratusan motor memenuhi tempat parkir

Pelabuhan tak terurus ternyata sudah disulap jadi taman yang asri. Beberapa pedagang tampak menggelar dagangan.

Anak anak asyik bermain

Anak anak asyik bermain

Penjual kumang warna-warni

Penjual kumang warna-warni

Ada mainan anak, kumang (sejenis keong laut kecil) yang dicat warna-warni (oke, ini seharusnya ga dijual sih), ikan-ikan dalam plastik, sampai foto-foto artistik.

Penjual foto

Penjual foto

Anak-anak tampak berlarian kesana-kemari, atau asik melihat-lihat mainan (dan binatang) yang dijual. Meriah sekali.

Melewati taman ke arah pantai, tampak deretan pedagang makanan. Kami singgah di salah satu kedai dan memilih plecing plus lontong dan sate. Saya yang lagi kurang suka sayur, memilih nasi campur dengan tahu tempe dan udang goreng yang baunya sangat menggugah selera.

Udangnya bikin laper..

Udangnya bikin laper..

Mari makaaan…!!

Kenyang makan, saya memutuskan untuk melihat-lihat pantai.

Masih banyak sampah berserakan

Masih banyak sampah berserakan

Well.. yaa.. pantainya masih hitam, dan sampah pun masih tampak bertebaran. Tapi kondisinya jauh lebih bagus daripada pantai Ampenan yang dulu saya datangi. Disepanjang pantai telah dibangun pedestrian dengan tembok rendah dipinggirnya. Pas sekali untuk duduk-duduk menikmati suasana sore.

Asik buat jalan-jalan dan sepedaan

Asik buat jalan-jalan dan sepedaan

Dan sunsetnya…
Langit bergradasi dari biru ke oranye dihiasi hamparan awan. Tampak gunung Agung dikejauhan…

Subhanallah.. Keren pisan euy!

Orang-orang menikmati sunset

Orang-orang menikmati sunset

To be honest. Ini salah satu sunset terindah yang pernah saya lihat di Lombok.

Segera kukeluarkan Sony Xperia saya.. dan foto-foto. Sayang sekali Canon 50D yang saya bawa sudah kehabisan baterai setelah seharian foto-foto di acara pernikahan. Tapi kamera smartphone pun cukuplah🙂

image

Adzan maghrib berkumandang. Dengan sedikit berat hati, saya beranjak meninggalkan tepi pantai dan menuju ke Masjid yang terletak di pojok pelabuhan.
image

Pantai Ampenan, tunggu  ya, besok saya datang lagi!!

Posted in: traveling