Asyiknya Riding ke Pantai Pink – Tanjung Aan – Tanjung Bloam – Kuta

Posted on 17 March, 2015

11



Pantai Pink,

Sebuah pantai di ujung tenggara pulau Lombok yang katanya indah bin keren, karena pasirnya yang berwarna Pink. Kabarnya sih, pantai berpasir Pink ini hanya ada 2 di Indonesia. Yang satunya lagi ada di Pulau Komodo. Entah kenapa, walaupun saya sudah 3 taun berdomisili di Lombok, tapi pantai Pink belum pernah masuk ke daftar tujuan jalan-jalan saya. Padahal, Tanjung Ringgit dan Tanjung Bloam yang lokasinya bersebelahan dengan Pantai Pink sudah saya singgahi. Ke Tanjung Ringgit sudah 2 kali, bahkan ke Tanjung Bloam nya sepedahan..hahaha..

Sabtu pagi 24 Januari 2015 kemarin, saya berencana susur pantai selatan Lombok, mulai dari Sekotong di sisi barat melewati Mekaki, teluk sepi, Nambung, tembus ke jalur yang katanya agak offroad ke Selong Belanak dan teruus sampe ke daerah Jerowaru melewati Teluk Awang. Namun rencana tinggallah rencana, rekan seperjalanan saya kali ini – Mas Kas – usul untuk membalik jalur : dari Timur ke Barat.

Jadilah di pagi yang mendung itu, 2 rider ganteng dengan tunggangan yang sama gantengnya : Dtracker supermoto meluncur ke arah timur. Langsung ke Pantai Pink.

Seperti biasa kalo mau ke arah timur, saya mengambil jalan bypass bandara yang pagi itu masih sangat sepi. Disini saya merasa agak sedih, karena jalur bypass yang mulus dan sepi akan jauh lebih enak dengan menunggang si Kuning. Biarlah. Nikmati pemandangan saja.

Di depan bandara, kami singgah dulu untuk sarapan nasi puyung dan membeli perbekalan, kemudian langsung tancap gas lagi ke timur.

Beberapa kilometer sebelum pertigaan ke Jerowaru, jalan yang dulu penuh lubang sekarang sedang dalam perbaikan. Lubang-lubang besar sudah tertutup pasir dan batu kerikil..
image

Banyak kendaraan yang mengurangi kecepatan karena khawatir terpeleset. Kami? Gas teruuss!!! Disini enaknya emang pake supermoto. hahahha… Asiiikk..

image

Di pertigaan, kami membelokkan tunggangan ke kanan, menuju Jerowaru. Bagus nih. Sekarang plang nya ga ketutup pohon jadi saya ga kebablasan seperti yang terjadi saat terakhir kali kesini😀. Jalan menjadi lebih sempit dan berliku, dengan semak-semak tinggi dikedua sisi jalan. Di beberapa tempat terdapat lubang yang membuat kami harus lincah mengendalikan stang meliuk-liuk diantara lubang dan motor-motor lain yang melaju perlahan. Beberapa kali saya terpaksa mengerem ataupun bermanuver mendadak karena pengendara motor lain seenaknya saja berbelok menghindari lubang tanpa memberi tanda walaupun sudah saya klakson. Sabarr.. Ini Lombok bung!!

Setelah melaju beberapa kilometer, kami tiba di persimpangan lagi. Ah, ternyata sekarang plang penunjuk ke Pantai Pink dan Tanjung Ringgit sudah dibuat oleh Pemda. Ga bakal nyasar dah. 3 Tahun lalu saat saya pertama kesini, penunjuknya hanya sebuah papan kecil sebesar tablet 8 inci yang dipasang disebuah tonggak kayu. Parah deh.

Sekitar 1km pertama, jalannya sudah aspal halus, tapi kemudian berganti dengan hamparan bebatuan kecil.. Hati-hati ya, disini saya 2x hampir kejeblos kedalam lubang besar dan dalam yang banyak menganga dipinggir jalan. Salah saya juga sih. Di jalur begini harusnya kan pelan-pelan, tapi karena pake dtracker jadi pede gas sampe 60kpj. hahaha…

Memasuki jalur hutan, jalan semakin rusak. Batu berganti tanah merah yang sedang diratakan oleh beberapa buldozer. hmmm.. Beberapa bulan lagi jalur kesini bakal mulus nih.

Tiba di gerbang Pantai Pink, kami diminta uang masuk 5000 rupiah. Ga ada karcis ya. bayar, dan langsung melaju turun. Jalan turun ke pantai Pink yang dulu tanah sekarang sudah dibeton. Aman deh.

Tepat pukul 9.30. Kami tiba di Pantai Pink. Subhanallah… ternyata Pantai Pink pagi ini keren banget!!! Saya dan Kas langsung memarkir tunggangan ditepi pantai, dan loncat-loncat hepi.. Soalnya mendung yang menutupi langit Lombok telah pergi. Menyisakan sedikit awan di langit yang biruuu sekali. Cerah!!!
image

Jadi nyesel ga dari dulu kesini. Hahaha..
image

Setengah jam lebih kami habiskan dengan foto-foto dan duduk-duduk di pasir menikmati indahnya pantai, kemudian lanjut ke Tanjung Ringgit.

Tidak sampai 10 menit, kami sudah tiba di Tanjung Ringgit.
image

image

Jangan lupa ke Gua dan Meriam Jepang yang terdapat di sini ya.
image

Kalo saya dan Kas hanya ke Meriam Jepang nya aja.
image

Awan gelap yang tampak mulai menggayuti langit di atas Tanjung Ringgit membuat kami memutuskan untuk lanjut ke Tanjung Bloam
image

Bersambung….

Posted in: adventure, biker